Sejarah P3SRS East Park Apartment

Sejarah P3SRS East Park Apartment

Berawal dengan terbitnya Peraturan Gubernur DKI Jakarta nomor 132 tahun 2018, maka Apartemen East Park yang dokumen kepemilikannya masih PPJB, pemilik bisa membentuk pengurus PPPSRS. Kita tidak melewatkan momentum ini, maka pada 30 Maret 2019 dilakukan sosialisasi pembentukan PPPSRS yang dihadiri perwakilan Dinas Perumahan, TGUPP DKI-JAKARTA, Developer dan para pemilik. Diteruskan dengan pembentukan Panitia Musyawarah (Panmus) pada 13 April 2019. Panmus yang terbentuk langsung bergerak cepat untuk mempersiapkan pelaksanaan musyawarah bersama para pemilik unit apartemen.

Pada   28 April 2020 terlaksana musyawarah bersama bertempat di aula Tower C. Sesuai Pergub bila pelaksanaan musyawarah belum memenuhi kuorum maka musyawarah harus ditunda dan dilaksanakan kembali musyawarah paling cepat 7 hari dari pelaksaan musyawarah pertama. Pada 5 Mei 2019 bertempat di balai RW 09 Jatinegara dilaksanakan musyawarah kedua dan terpilihlah pasangan Ketua dan Sekretaris Pengurus PPPSRS beserta pasangan Pengawas PPPSRS.

Dibutuhkan waktu lebih dari 9 bulan dari saat terpilihnya pengurus dan pengawas PPPSRS untuk dicatatkan di Notaris dan mendapat pengesahan dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Provinsi DKI Jakarta. Tepatnya 16 Maret 2020 Surat Penetapan Pengurus dan Pengawas disahkan dengan nomor 178 tahun 2020.

Tugas selanjutnya adalah serah terima pengelolaan dari pengelola sebelumnya oleh Developer PT Cakra Sarana Persada kepada PPPSRS yang terbentuk.  Per 1 Oktober 2020 pengelolaan sah dilakukan secara mandiri oleh pemilik unit Apartemen East Park melalui PPPSRS. Setelah dilaksnakan proses lelang terhadap perusahaan pengelola, ada 5 perusahaan yang sudah turut serta. PT Indoland terpilih menjadi pengelola periode 2020 -2022.

Per 1 Desember 2020, dengan mundurnya PT Indoland sebagai perusahaan pengelola yang terpilih, maka dilaksanakan swakelola dimana semua karyawan bertanggung jawab langsung kepada PPPSRS.